Web Suka-Suka Translate Light Novel dan Web Novel

Minggu, 22 Juli 2018

Konjiki no Wordmaster Chapter 175 - Bahasa Indonesia


Chapter 175 – Dua vs. Dua

(Uu~ aku menggunakannya...... tapi jika tidak, aku mungkin akan dikalahkannya.......) (Muir)
Karena Muir menyesal harus menggunakan teknik ini. Dia dengan sengit menatap ke arah Ionis yang telah memaksanya untuk menggunakannya, berlawanan dengan pertimbangan yang lebih baik. Pada saat yang sama, dia merasa kesal karena tidak mampu memberikan kerusakan serius meskipun dia sudah menggunakannya.
Biasanya, setelah aktivasi skill Jinrai Tenka | Thunderclap Inversion, semua orang yang berada di dekatnya akan menjadi sasaran dari hasil pelepasan listrik, akan tetapi Ionis, setelah segera merasakan bahaya, dalam waktu yang sangat singkat dan dengan cepat segera meninggalkan area tersebut.
Sepertinya bagian dari kejutan dari petir telah sampai padanya, tapi sebenarnya itu tidak menyebabkan kerusakan sama sekali. Meskipun dia telah kehabisan tenaga sebelum menyelesaikan Tenka-nya, karena dia berencana mengalahkan lawannya pada saat proses aktivasi, Muir tidak cukup yakin apa yang harus dilakukannya.
(TL/N : Versi RAW, 転化  (Tenka) yang artinya Conversion/Konversi/Perubahan, jadi daripada panjang-panjang  dan gak ribet, jadi ane pake yang pendek, versi jepangnya)

“Itu……Tenka-?” (Ionis)
Sebuah pertanyaan datang dari Ionis.
“Yup, meski aku masih tak bisa menggunakannya dengan baik, aku akan menggunakannya karena aku memutuskan untuk menggunakan seluruh kekuatanku!” (Muir)
Dari apa yang Ionis bisa lihat, tampaknya Muir tidak bisa melakukan Tenka pada seluruh tubuhnya seperti Leowald. Jika dia tidak bisa menggunakannya dengan baik, Ionis mengurangi kemungkinannya yang menunjukkan kalau Muir hanya bisa melakukan Tenka di salah satu bagian tubuhnya.
“………Aku juga akan serius.” (Ionis)
Aura Ionis sepenuhnya berubah ketika tubuhnya mendadak menjadi kabur. Saat Muir mulai menyadarinya, Ionis sudah berada dihadapannya.
Dia mengarahkan tinjunya ke perut Muir. Tidak hanya itu, tapi yang mengejutkan, tinjunya menembus tubuh Muir. Melihat itu, jeritan bisa terdengar dari orang-orang di sisi Gabranth, tapi—
“……….-!?” (Ionis)
Yang wajahnya paling berkerut karena terkejut adalah Ionis.
Alasannya adalah karena, bukan hanya tidak ada darah yang mengalir dari perut yang seharusnya dia tembus, tapi yang lebih penting, dia tidak merasakan umpan balik apapun dari serangannya.
*Bachibachi……
Tenka-!?” (Ionis)
Sebelumnya, tampaknya bagian bahu kiri Muir telah mengalami perubahan menjadi petir, tapi saat ini, bagian perut Muir-lah yang berubah menjadi petir.
Seketika Ionis berusaha melarikan diri, akan tetapi—
*Gashi!
Muir dengan kuat memegang lengan Ionis dengan kedua tangannya untuk mencegahnya melarikan diri.
Aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri!” (Muir)
Muir merasa kalau dia tidak akan lagi bisa menangkap Ionis jika dia membiarkannya pergi dari sini, dan membiarkan Ionis menempelkan magnetnya padanya ketika dia meraih lengan Ionis dengan kedua tangannya yang tidak berubah.
“Ku—!” (Ionis)
“Dengan iniiiiii!” (Muir)
Sebuah aliran listrik yang sangat kuat mengalir dari tubuh Muir.
“Ahhhhhhhhhhhhhh!” (Ionis)
Ionis mengeluarkan sebuah jeritan akibat rasa sakit yang melanda dirinya.
Muir menutup matanya dengan kuat, ketika dia berusaha keras mengerahkan semua kekuatan dari tubuhnya. Dia mengertakkan giginya, dengan niat untuk terus seperti ini sampai Ionis tidak dapat bertarung lagi.
*Doga!
“Auu!” (Muir)
Tiba-tiba,Kaijin datang terbang dan memukul bagian lengan Muir. Karena itu, Ionis yang telah berhasil lolos dari pengekangannya lalu menggunakan semua kekuatannya untuk mengambil jarak dari Muir.
“Haa haa haa……” (Ionis)
“Uuu….” (Muir)
Ionis yang terengah-engah sembari memegangi lututnya, dan Muir yang wajahnya dilingkupi oleh rasa sakit di bagian lengannya. Telinganya yang berubah menjadi sepasang sayap juga telah kembali ke keadaan telinga binatangnya semula.
(A-Aku mengerti...... dia mengirimkan daya tarik magnetnya melalui bagian lenganku, dan membuat senjata itu terbang ke arahnya......) (Muir)
Ionis telah menggunakan Magnetic Magic pada Kaijin yang jatuh ke tanah, dan menariknya ke arah lengan Muir. Itu adalah teknik yang memungkinkan Ionis yang gerakannya telah disegel, untuk melakukan serangan balik.
Satu-satunya apa yang telah dikirimkan oleh daya tarik magnet itu bukanlah senjata Muir, melainkan pakaiannya.
(T-Tapi, baginya untuk berurusan denganku ini dengan tenang adalah.......) (Muir)
Karena tubuhnya sebenarnya mati rasa akibat petir, Ionis tidak dapat bergerak. Itulah alasan kenapa Ionis menjadikan senjatanya sebagai gantinya dan dengan sengaja mematahkan status quo sebelumnya. (TL/N: Status quo artinya kondisi yang ada saat ini dan sedang berjalan)
Muir hanya tercengang pada ketenangan Ionis menghadapi situasinya saat ini. Tidak hanya itu, tapi bagian lengan kanan Muir yang telah dipukul oleh Kaijin, tampaknya menerima beberapa kerusakan pada tulangnya, bahkan hanya dengan sedikit gerakan bisa menyebabkannya rasa sakit yang hebat. Setidaknya selama duel ini, Muir tidak bisa menggunakan lengan kanannya secara normal lagi.
Uu…… gu...... aku...... terkejut.” (Ionis)
Meskipun Ionis berhasil melarikan diri menggunakan satu-satunya metode yang tersedia baginya, dia masih menerima sedikit kerusakan dari serangan petir yang diterimanya secara langsung.
“Tapi..... dengan ini, ini akan menjadi kemenangan Io!” (Ionis)
Ketika dia mengatakan itu, Kaijin yang jatuh ke atas tanah dan senjata Muir Koen | Crimson Disc mulai terbang menuju ke arah Ionis atas kemauannya sendiri. Lalu, senjata itu mulai berputar seolah-olah menerima semacam recoil dan berputar di sekitar Ionis sebelum melancarkan serangan ke arah Muir dengan kecepatan yang luar biasa.
Muir mencoba untuk menghindarinya dengan melarikan diri, tapi senjata miliknya mulai mengejarnya.
Tidak mungkin! Senjata yang telah dibalut dengan magnet tidak dapat dihentikan, bahkan jika kau menggunakan Tenka! (Ionis)
Seperti yang dia katakan, tidak peduli seberapa banyak Muir berlari, senjata terus mengikutinya tanpa henti. Lalu, Muir tersandung sesuatu dan terjatuh ke tanah.
Muir menyilangkan lengannya di depannya dalam kepasrahan. Lalu, dia menggertakkan giginya dan bersiap untuk bertahan terhadap serangan senjata yang mengarah padanya.
*Clang! Clang! Clang!
Seseorang tiba-tiba muncul dihadapan Muir dan menangkis senjatanya.
Muir, apa kau baik-baik saja?!” (Arnold)
“Oji-san!” (Muir)
Orang yang tiba adalah wali yang diandalkan oleh Muir, Arnold Ocean.
Ionis mulai waspada terhadap Arnold yang tiba-tiba muncul selama saat genting bagi Muir dan segera mengambil jarak dari keduanya.
“........ orang itu harusnya melawan Herbreed.” (Ionis)
Saat Ionis melihat sekeliling dengan gelisah, mencari rekannya Herbreed
“Aku minta maaf Ionis!” (Herbreed)
Herbreed tiba di lokasinya.
“…….Herbreed.” (Ionis)
Selama penglihatanku terhalang oleh angin, sepertinya dia datang ke sini.” (Herbreed)
Herbreed berbicara sambil memandang Arnold.
Muir, bisakah kau berdiri?” (Arnold)
Melihat penampilan Muir yang lusuh dan sosok lawannya, Ionis, Arnold bisa melihat seberapa keras Muir telah bertarung melawannya.
“Kau benar-benar berjuang dengan baik. Serahkan sisanya padaku selagi kau..... (Arnold)
“Tidak, aku masih bisa bertarung!” (Muir)
“....tapi kau......” (Arnold)
Dia jelas memberikan kesan dia telah mencapai batas staminanya. Bukan hanya itu, tapi Arnold dapat melihat kalau di bagian lengan kanannya telah menerima luka yang cukup serius, akan sangat berbahaya baginya jika dia melanjutkan pertarungannya lebih jauh lagi.
Itulah mengapa Arnold berpikir untuk melawan kedua lawannya sendirian, sampai dia melihat tatapan tak tergoyahkan Muir.
“Terima kasih telah menyelamatkanku, Oji-san. Tapi aku tidak ingin menjadi seseorang yang dilindungi sepanjang waktu! Karena itulah…. (Muir)
Muir menggertakkan giginya saat dia berusaha keras bangkit dan berdiri di samping Arnold.
“Kali ini aku akan bertarung di sebelah Oji-san dan semuanya!” (Muir)
Gadis kecil yang lemah yang hanya bisa menonton dari belakang punggung Hiiro dan Arnold saat mereka sedang bertarung sudah tidak ada lagi.
Meskipun hanya untuk berdiri seharusnya menyakitkan baginya, setelah melihat tatapan Muir yang hanya menatap lurus ke depan, dada Arnold dipenuhi dengan perasaan yang tidak membiarkannya mengatakan apa-apa kembali.
Setelah bergumam, “kau benar-benar telah menjadi lebih kuat, kan?” Dengan suara yang tenang, Arnold berkata,
“Baiklah! Maka aku hanya harus mengatakan kalau kita hanya perlu bertahan sampai Shishou mengalahkan lawannya! Kita akan mengalahkan mereka!” (Arnold)
“Ya!” (Muir)
Keputusan keduanya sudah ditentukan.
“...Ini tak tampak seperti kita akan bisa membuatnya lebih mudah karena salah satu dari mereka terluka.” (Herbreed)
“Aku tidak berencana melakukan itu untuk memulainya.” (Ionis)
Merasakan keputusan Muir dan Arnold, Herbreed menguatkan tubuhnya.
“Muir, mari tunjukkan pada mereka kombinasi kita!” (Arnold)
“Baik! Aku akan melindungi paman dengan kekuatan terakhirku!” (Muir)
Saat Arnold mengatakan itu, Muir menggertakkan gigi sembari menahan rasa sakit dan mengangkat kedua tangannya.
Jinrai Tenka | Thunderclap Inversion!” (Muir)
Dari kedua tangan Muir, butir-butiran gelembung dihasilkan. Setelah itu, dengan terampil gelembung itu menghindari Arnold dan mulai menuju ke arah lawan mereka.
“Herbreed, itu akan berbahaya jika kau terkena gelembung itu.” (Ionis)
“Dimengerti. Maka, Shadow Bow!” (Herbreed)
Herbreed mengirim panah hitam ke arah gelembung yang mendekat. Ketika panah mengenai gelembung, gelembung itu melilitnya dan melepaskan aliran listrik saat berhenti bergerak.
“Aku mengerti, jadi kita tidak bisa sembarangan mendekat, ya.” (Herbreed)
“Aku ingin kau menggunakan itu.” (Ionis)
“Itu? Memang benar kalau mengunakannya, kita bisa mengurus mereka berdua sekaligus, tapi pada dasarnya sihirku hampir habis, kau tahu kan?” (Herbreed)
“Tidak masalah. Aku pasti akan memberi pukulan terakhir dengan kesempatan itu.” (Ionis)
“........Baiklah. Maka.....” (Herbreed)
Mengambil satu langkah ke belakang, Herbreed mengangkat kedua tangannya ke langit. Saat ia melakukannya, sejumlah besar kekuatan sihir berwarna putih-kebiruan mulai naik dari tubuhnya ke atas langit.
“Apa?” (Arnold)
Meskipun Arnold mempertanyakan tindakan yang dilakukan Herbreed. Dia berpikir ia bisa sedikit tenang jika Herbrees tidak bergerak, jadi dia bergegas untuk menyerang Ionis yang berada di depannya.
“Hati-hati Oji-san! Jika paman menyentuhnya sedikit saja, maka dia akan bisa mengirim kekuatan daya tarik magnetnya kepadamu!” (Muir)
“Sesuatu seperti itu bukan masalah! Aku akan memotongnya dengan seluruh kekuatanku!” (Arnold)
Arnold mengayunkan pedang raksasa miliknya ke atas Ionis........ akan tapi pedangnya tiba-tiba menghindari tubuh Ionis atas kemauannya sendiri, dan Kaijin yang telah kembali ke kaki Ionis sebelum Arnold sempat menyadarinya dan bertabrakan dengan pedang Arnold.
“Aku sudah mengirimkan daya tarik magnetku pada pedang itu.” (Ionis)
Karena sebelumya dia telah menangkis senjata yang telah diberikan daya tarik magnet menggunakan pedangnya, ketika dia menyelamatkan Muir, sekarang pedang Arnold sudah jatuh di bawah pengaruh daya tarik magnet Ionis.
“Che! Maka ambillah ini!” (Arnold)
*Boooooon!
Tiba-tiba, angin mulai berputar dengan cepat dengan Arnold yang berada di pusatnya.
“Funuoooooo!” (Arnold)
Kali ini, Kaijin dan semua pedang lainnya berputar dan mulai menyerang Ionis. Ionis juga menggunakan celah di antara serangan itu untuk segera melompat tinggi ke udara dan melarikan diri.
“Seperti aku membiarkanmu lari! Explosive Wind Clawwww!” (Arnold)
Dia berbalik ke langit dan menembakkan pedang angin yang tak terhitung jumlahnya.
“Ku-!” (Ionis)
Ionis memperketat kewaspadaannya terhadap serangan tak terduga itu, akan tetapi tubuhnya menjadi dipenuhi banyak luka. Lalu, dengan sebuah *snap* kecil, tali topeng matanya juga ikut terpotong.
Dengan kedutan, dia jatuh ke tanah. Saat dia melakukannya, topeng matanya juga mendarat dengan lembut di tanah, dan matanya yang telah ditutup sampai saat ini, terlihat.
“Ionis!?” (Herbreed)
Melihat hal itu, Herbreed tidak sengaja berteriak. Dengan itu, Ionis, sekali lagi, menyadari bahwa topeng matanya telah dilepas, dan
“Iyaaaaaaaa!” (Ionis) (TL/N: Ini maksudnya Ionis teriak loh, bukan bilang “ya”)
—mendadak menutupi kedua matanya ketika dia meringkuk di tanah. Setelah melihat keadaannya saat ini, Arnold dan Muir menjadi tercengang ketika mereka diam membeku.
Setelah melihat itu, Herbreed melontarkan beberapa kata dengan kepanikan.
“Kuh! Itu tidak bisa dihindari!” (Herbreed)
Saat dia melakukannya, bayangan seperti seperti lingkaran sihir raksasa muncul di atas langit.
Herbreed mengayunkan tangannya yang terangkat ke bawah dalam satu gerakan.
“Arm Shootram!” (Herbreed)
Pada kata-kata Herbreed, sesuatu jatuh ke tanah dari dalam lingkaran sihir. Jika seseorang melihatnya dengan seksama, 'sesuatu' itu termasuk banyak pedang hitam, panah hitam, kapak hitam, tombak hitam, dan berbagai macam senjata lainnya.
Banyak senjata yang berjatuhan ke medan perang seperti hujan. Tidak, lebih tepatnya, semua senjata itu menghujani tempat di mana Arnold dan Muir berdiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar