Web Suka-Suka Translate Light Novel dan Web Novel

Kamis, 12 Juli 2018

Konjiki no Wordmaster Chapter 158 - Bahasa Indonesia


Chapter 158 - Ini Pasti Tentangnya!

“Haah, tolong tenangkan dirimu, Shishou.” (Arnold)
“Salahmu, itu kesalahanmu. Sebagai gantinya, buatkan aku camilan, 'kay?' (Rarashik)
“…………Ya, ya.” (Arnold)
Arnold menggosok pelipisnya ketika dia tidak berdaya dan harus menyetujuinya, karena menentangnya sangatlah berbahaya. Di satu titik, ada kejadian di mana dia berjanji untuk membuat kudapan untuknya, tetapi dia lupa untuk membuatnya.
Pada saat itu, mata Arnold kehilangan semua cahayanya karena Rarashik menghabiskan waktu setengah hari menyamarkan pemukulan sepihaknya seolah-olah itu adalah pelatihan tempur yang sebenarnya.

Arnold juga membantu merapikan kamarnya. Setelah membuatnya terlihat agak rapi, dia bertanya pada Rarashik.
“Ngomong-ngomong, kau menyuruhku membangunkanmu saat ini, tapi adakah hal yang perlu kau lakukan saat ini?” (Arnold)
“Tidak terlalu. Hanya saja tsukemono ini rasanya paling enak jika dimakan saat ini.” (Rarashik) (TL/N : Tsukemono, makanan jepang berupa sayuran yang dibuat acar. Lebih lengkapnya cek Wikipedia)
Saat dia mengatakan itu, dia mengambil sebuah botol kecil dari ruangan kecil dalam kamarnya.
“Aku berencana minum dengan ini!” (Rarashik)
“…………um, Shishou?” (Arnold)
“Apa?” (Rarashik)
“Bukankah kepalamu sakit di pagi hari karena mabuk?” (Arnold)
“Hmph, jangan bicara hal bodoh, Arnold. Apa kau pikir sesuatu seperti mabuk bisa menghentikanku meminum alkohol?” (Rarashik)
Meskipun dia mengucapkan kata-kata itu seolah-olah itu adalah akhir dari kilau berbahaya di matanya, wajah Arnold hanya tersendat karena jengkel.
Memutuskan pada dirinya sendiri kalau tak ada gunanya berdebat lagi, Arnold berpura-pura tertawa. Dan pada saat itu, dia mendengar suara ketukan yang datang dari pintu rumah. Mereka bertiga memiringkan kepala mereka bersamaan.
Alasan mereka terkejut adalah selama setengah tahun terakhir, tidak ada yang pernah datang mengunjungi mereka. Dan juga Interaksi Rarashik dengan tetangga-tetangganya sangatlah kurang.
Di bawah rumah ini ada ruangan besar yang diciptakan Rarashik, di mana ada banyak ruanganan yang dibangun. Arnold dan Muir tinggal di salah satu kamar itu, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka mendengar ketukan seperti ini.
“Mu......... kurasa aku punya firasat buruk.” (Rarashik)
Rarashik berbicara sambil cemberut. Saat dia melakukannya, Muir menyipitkan mata besar imutnya, sementara telinga di kepalanya berdiri dengan penuh perhatian.
“Kau seharusnya tidak mengatakan sesuatu seperti itu Oshishou-sama. Ini adalah tamu pertama kita setelah sekian lama.” (Muir)
Setelah mengatakan itu, Muir menjawab ketukan dengan, ‘Ha~i’. Rambut peraknya yang indah berkibar saat dia menuju pintu. Melihat itu, Rarashik dan Arnold diam-diam memperhatikannya.
“Permisi, tapi seharusnya Rarashik-dono ada di sini, kan?” (???)
Di sisi lain pintu ada seorang beastmen dengan sayap yang tumbuh dari punggungnya. Muir berpikir kalau dia adalah seorang Birdman jika dilihat berdasarkan penampilannya.
“Hm? Suara ini…...” (Rarashik)
Rarashik bergumam dengan suara rendah saat matanya menyipit dan menatap orang yang berdiri di ambang pintu untuk memastikan identitasnya.
“Ah iya. Um… ...” (Muir)
Muir memindahkan tubuhnya ke samping agar Rarashik bisa melihat siapa yang mengunjunginya.
“Hou, ini tamu yang tidak biasa. Untuk berpikir kalau orang terkenal seperti Thunder Lord Barid-san akan mau masuk ke rumah seorang warga sipil seperti ini.” (Rarashik)
Menanggapi perkataan Rarashik yang keluar dengan sebuah sindiran tajam, Barid menjatuhkan bahunya dengan kerendahan hatinya.
“Tolong hentikan. Dibandingkan dengan anda, seseorang sepertiku masih sama sseperti beberapa anak muda. Meskipun saya mungkin telah meningkat dalam status, itu hanya karena anda yang melatihku, bukan?” (Barid)
Muir mendekati Arnold dan bertanya siapa tamu mereka.
“Orang itu adalah anggota dari Three Warriors, Barid-sama, yang memegang gelar kedua Thunder Lord (Arnold)
“Th-th-th-th- Three Warriors!? Bu-Bukankah dia itu orang penting!” (Muir)
“Gadis muda, kenapa kau terkejut? Bukankah sudah jelas orang yang disana itu lebih hebat?” (Barid)
Muir tidak terkejut dengan kata-kata Barid. Ini karena dia sadar betapa besarnya kontribusi yang Rarashik berikan kepada para beastmen. Bagaimanapun juga, penemuan Binding dipuji sebagai salah satu prestasi terbesar dan paling bersejarah untuk para Beastmen.
“Itulah mengapa kami telah menyiapkan tempat tinggal yang jauh lebih cocok untuk seseorang yang berkedudukan tinggi seperti anda, dibandingkan dengan tempat kecil seperti ini. Bahkan sampai sekarang, saya masih tak mengerti kenapa anda tidak menerima kehormatan atau status apa pun?” (Barid)
“Hmph, kenapa aku harus memberikan suatu alasan untukmu? Aku suka tempat ini. Kehormatan atau perhiasan mewah dan status tak akan mengisi perutmu sama sekali.” (Rarashik)
“Ah, tapi jika itu alkohol, maka kau akan menerimanya, ‘kan?” (Arnold)
“Tentu saja” (Rarashik)
Seketika itu juga mengangguk mendengar komentar Arnold, Rarashik memakan tsukemono dan mulai menenggak alkoholnya. Berpikir kalau dia terlihat mirip seperti Hiiro, Arnold hanya bisa tersenyum masam. Terutama bagaimana dia loyal pada keinginannya sendiri.
“Sebenarnya, kau datang bukan untuk membicarakan hal-hal seperti itu kan, Barid? Bagaimanapun juga, bukankah kau ada di tengah-tengah perang sekarang? Apa yang terjadi, apakah kau kalah?” (Rarashik)
Melihatnya berbicara acuh tak acuh seolah itu urusan orang lain, Barid mendesah.
“……sebenarnya, ini tentang perang itu. Saat ini, Raja telah kembali ke istana.” (Barid)
“……hah? Oi oi, apa kau benar-benar kalah dalam perang?” (Rarashik)
Kecuali itu adalah kejadiannya, tak akan ada alasan lain kenapa Raja akan kembali selama masa perang. Tentu saja, jika mereka menang, mereka akan kembali dengan cara yang lebih megah sambil memberi tahu seluruh kota tentang kemenagan mereka.
“Tidak, kami belum kalah... tetapi.” (Barid)
“Tetapi?....... maksudmu meskipun kalian membentuk aliansi dengan Humas, situasinya masih buruk? “(Rarashik)
“Akan baik-baik saja jika situasinya memburuk. Setelah dengan tenang menganalisis situasinya, pada tingkat ini kami pasti akan kalah. Tidak, kami sebenarnya sudah dipaksa untuk mundur sekali.” (Barid)
Mata Rarashik melebar karena terkejut mendengar kata-kata Barid.
“Bahkan dengan aliansi……… kalian masih harus mundur? Setelah melakukan semua cara untuk menyerang Benua Iblis?” (Rarashik)
Barid kemudian berbicara sambil tersenyum pahit.
“Ya. Sosok yang tak biasa, dan semua orang dipermainkan oleh orang itu.” (Barid)
“Orang itu? Oi oi, jangan bilang kalau kalian semua terpojok sampai ke titik untuk mundur hanya karena satu orang?” (Rarashik)
“………tepat sekali.” (Barid)
Ruangan itu sunyi seolah-olah waktu telah berhenti. Arnold juga tercengang setelah mendengar cerita itu. Perang di mana mereka yang seharusnya memiliki keuntungan digagalkan oleh satu orang. Setelah menemukan hal semacam itu, siapa pun akan meragukan kebenarannya.
Namun, setelah melihat ekspresi Barid, sulit untuk berpikir kalau dia melebih-lebihkan atau sedang bercanda. Semua orang di ruangan itu mengerti kalau dia berbicara jujur ​​tentang kebenaran ceritannya.
“Fu~n, dan? Apa kau datang hanya untuk memberi tahuku untuk mengulurkan tanganku karena hal-hal menjadi semakin memburuk?” (Rarashik)
“…………………” (Barid)
“……haa, kau tahu, Barid. Apa kau tak sadar kalau aku benci digunakan seperti ini dalam perang?” (Rarashik)
“Saya tahu itu.” (Barid)
“Jadi harusnya kau sudah tahu kalau jawabanku tak akan berubah tidak peduli berapa banyak kau memohonnya.” (Rarashik)
“Ya. Namun, saya ingin anda setidaknya berbicara dengan Raja sekali.” (Barid)
“Itu merepotkan, jadi aku tak mau.” (Rarashik)
Seperti yang diharapkan, setelah melihat Rarashik menolak permintaan Raja untuk alasan yang begitu sembrono, Arnold kedinginan karena ketakutan.
“Kali ini, perang telah bergerak ke arah yang tak terduga. Semua karena sosok tak biasa itu.” (Barid)
“Nahaha, baginya untuk bisa membuat kalian semua kebingungan, pastinya cukup melakukannya seorang diri.” (Rarashik)
Melihat senyumnya seolah-olah Rarasik sedang bersenang-senang, Barid menjadi sedikit cemberut.
“Apa ada sesuatu yang lucu tentang ini?” (Barid)
“Sederhananya, itu artinya akan selalu ada seseorang yang lebih baik dari kalian. Setelah mendapatkan Binding kalian semua sepertinya senang, tapi sekarang, kalian mengerti, kan? Bahkan jika kau punya kekuatan, pastinya akan ada sebuah perlawanan yang mana kekuatanmu tak akan berkerja.” (Rarashik)
Itu ... ..” (Barid)
“Menurutmu kenapa aku mengembangkan Binding? Itu bukan agar kalian bisa berperang.” (Rarashik)
“..........Saya mengerti itu, tapi—” (Barid)
“Kau tak mengerti. Apa kau ingat apa yang kalian katakan pertama saat merayakan ketika kalian akhirnya memperoleh kekuatan?” (Rarashik)
“…………….” (Barid)
“Kalian mengatakan, 'Sekarang kita akhirnya bisa mengalahkan Evila dan Humas. (Rarashik)
Mungkin karena itu adalah kebenarannya, Barid tidak bisa membantahnya.
“Itu sebabnya aku berhenti menjadi instruktur militer dan menjauhkan diriku dari kalian. Sederhananya, aku sudah muak dengan komentar dan pujian kalian.” (Rarashik)
“S-Saya mengerti itu........ tapi tolong, setidaknya kali ini saja, tolong bicaralah dengan Raja!” (Barid)
Saat dia mengatakan itu, Barid dengan sopan menundukkan kepalanya. Melihat salah satu anggota teratas dari negara mereka, Barid, pemimpin  dari Three Warriors menundukkan kepalanya dengan mudah membuat Arnold dan Muir ingin menghilang saat mereka tampaknya begitu gelisah.
“……kembalilah Barid.” (Rarashik)
Bagaimanpun juga, Rarashik memukulnya dengan kata-kata yang mengerikan.
“Rarashik-sama!” (Barid)
“Ini perang yang kalian mulai. Baik kalian menang atau kalah, bersihkan bokongmu sendiri.” (Rarashik)
“Kuh……..” (Barid)
Mempertimbangkan kalau  tak ada gunanya mengatakan apa pun lagi, Barid membalikkan punggungnya ke mereka bertiga sambil menggertakkan giginya. Rarashik mengatakan satu hal lagi saat dia melihat Barid akan pergi.
“Sekarang aku mulai memikirkannya, setidaknya katakan padaku tentang itu. Pria macam apa dia?” (Rarashik)
“……Saya tidak tahu. Yang bisa  kusimpulkan adalah kalau dia hanyalah keberadaan yang tak biasa. Dia adalah seorang Humas yang menggunakan sihir aneh.” (Barid)
“Hou, seorang Humas menjadi sekutu Evila? Itu situasi yang cukup aneh. Tapi yang lebih penting, apa yang kau maksud dengan sihir aneh?” (Rarashik)
“Dia menggunakan sihir perubahan, penyembuhan, ledakan, dan sihir lainnya yang asal-usulnya tak bisa kami ketahui.” (Barid)
Mendengar kata-kata Barid, Arnold dan Muir berkedut.
“Dia mampu menahan serangan Raja tanpa cedera menggunakan sebuah dinding cahaya, menghancurkan jembatan dalam satu hembusan, dan bahkan bisa terbang di udara.” (Barid)
“O-oi oi, apa itu benar-benar seorang manusia?” (Rarashik)
Mendengar cerita seperti sebuah lelucon, wajah Rarashik penuh sesak. Namun, Arnold adalah—
(I-Itu tak mungkin, kan......) (Arnold)
Saat sebuah jawaban muncul di dalam dirinya, tanpa disadarinya tubuh Arnorld menjadi lebih panas.
“Dilihat dari penampilannya, dia memang seorang manusia. Lalu berdasarkan apa yang dikatakan Raja, dia memiliki rambut dan mata hitam, dan mengenakan kacamata serta jubah berwarna merah.” (Barid)
(Hiiro!?) (Arnold)
Arnold menjerit di dalam hatinya. Sementara itu, di sampingnya Muir mungkin juga telah menemukan jawaban yang sama dengannya, karena ekspresinya dilingkari dengan kejutan.
Keduanya lalu saling melirik dalam pemikirannya.
“Ah, Raja juga mengatakan kalau dia adalah seorang anak laki-laki dengan sikap yang sangat arogan.” (Barid)
(Sudah dipastikannn!) (Arnold)
Mereka berdua yakin di dalam hati mereka. Bahwa keberadaan tak biasa yang dia bicarakan adalah Hiiro Okamura yang mereka tahu.
“Sombong? Jubah merah? Hm? Tunggu.... sebentar?” (Rarashik)
Rarashik juga terkejut saat dia melihat wajah Arnold dan Muir. Dan ketika mata mereka bertiga bertemu, mereka mengangguk setuju : jawaban mereka cocok.
“Itu semua adalah informasi yang saya miliki. Baiklah, saya akan........” (Barid)
Kemudian, saat dia membuka pintu dengan sedih—
“Tunggu Barid.” (Rarashik)
Dia dipanggil oleh Rarashik, dan diam membeku.
“A-Ada apa?” (Barid)
Tak dapat memahami kenapa dia tiba-tiba dihentikan, Barid terlihat hampa saat dia bertanya. Saat dia melakukannya, sudut mulutnya naik saat menyadari Rarashik menyeringai—
“Aku sedikit berubah pikiran. Biarkan aku bertemu Raja, Barid.” (Rarashik)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar