Web Suka-Suka Translate Light Novel dan Web Novel

Rabu, 20 Juni 2018

My Entire Class Was Summoned to Another World Except for Me Chapter 10 - Bahasa Indonesia

Chapter 10 – Kamaishi Dalam Masalah

(Kamaishi POV)
“Kamiya-kun… dia terlambat.”
Sudah cukup lama sejak Kamiya-kun menginggalkan atap,  mengatakan kalau dia punya sesuatu hal penting yang harus dilakukan.
Sejak dia sudah pergi, tak ada hal yang bisa kulakukan, jadi aku duduk sendirian di bangku menunggunya kembali sembari mengayunkan kedua kakiku secara bergantian.
“Aku penasaran apa yang dilakukannya?”
Karena dia berbicara dengan seorang detektif, mungkinkah itu ada hubungannya dengan teroris atau semacamnya? Tetapi jika itu benar, permintaan macam apa yang dipercayakan oleh detektif itu padanya? Satu hal lagi, hubungan macam apa yang dia punya dengan detektif itu?
Aku tak bisa berhenti memikirkannya, pikiranku terpaku padanya karena memikirkan hal ini. Semakin aku memikirkannya, semakin aku menyadari betapa misteriusnya Kamiya-kun.
Rasanya dia seolah – olah dia memiliki beberapa rahasia yang tak ingin orang lain mengetahuinya. Aku tak bisa membantu tapi itu membuatku kebingungan saat mencoba memahami apa yang sedang dipikirkannya.
Meski begitu, aku merasa kalau dia adalah orang yang baik dengan caranya sendiri. Aura misterius yang dibawanya dapat menambah daya tariknya… Hanya saja apa yang ku pikirkan!
“Cepatlah kembali, Kamiya-kun.”
Ketika aku sedang berharap sendiri, aku mendengar langkah kaki datang dari luar pintu atap.
*gwuf, gwuf, gwuf*
Suara itu semakin mendekat.
Apakah itu kamiya-kun?! Aku senang dia aman! Perasaan bahagia melampaui akal sehatku dan aku bergegas  berlari ke arah pintu.
“Kamiya-kun!!”
Tepat ketika aku membuka pintu untuk menyambut Kamiya-kun, aku tak bisa berkata apa – apa ketika melihat sosok dihadapanku.
“Ah? Siapa kau?!”
Tak mungkin aku tak mengenalinya, hanya dengan mengamati penampilannya yang mencurigakan, orang ini pasti seorang teroris.
Tapi kenapa dia ada disini? Aku mulai gemetaran saat menatap pria dihadapanku.
“Oh, tepat sekali,  kalo di lihat baik-baik, kau cantik juga. Kurasa, aku akan bersenang-senang denganmu. Hei, kemarilah!”
“T… Tidakk…”
Karena ketakutan, aku mundur beberapa langkah dari pria yang melambaikan tangannya, memerintahkanku untuk mendekatinya dan tanpa sepatah kata pun, aku melarikan diri.
Aku ingin berteriak dengan keras, namun, karena androphobiaku, aku tak bisa melakukannya.
“Tch, menyebalkan. Jangan lari!!”
“Uaa…”
Saat aku berlari, teroris itu tiba-tiba muncul didepanku, mengeluarkan sebuah stun gun dan mengarahkannya ke arah perutku.
Aku membuat erangan samar saat aku terjatuh ke lantai dan secara perlahan kesadaranku menghilang.
“Aku tak menginginkan……ini… Kam…iy…a.”
Saat kesadaranku perlahan mulai menghilang, aku hanya bisa berharap Kamiya-kun akan datang dan menolongku.
ーーーーーーーーーーーーーー
 (Kamiya POV)
Beberapa saat telah berlalu semejak aku ketahuan oleh para teroris dan saat ini aku tengah mengurus mereka semua.
“Ini, rasakan seranganku.”
“Ggua!!”
Salah seorang teroris menerima serangan di lehernya, roboh di lantai dengan ekspresi terkejut diwajahnya.
“Fuu, ini yang terakhir.”
Aku bergumam saat aku menatap sekitar 10 teroris yang tergeletak di lantai. Tapi, tebasan leher ini cukup kuat juga. Aku tak menyangka akan menggunakannya sebanyak ini. Kupikir serangan ini akan lebih baik jika menjadi sebuah skill.
“Skill Neck Chop1 telah dipelajari.”
Kau pasti bercanda padakku, ’kan. Apakah ada skill untuk semuanya?
Pada tingkat ini, aku yakin dapat menyebut diriku penebas leher terbaik di dunia. Sesuatu  seperti juara dunia dalam hal tebasan leher. Sambil memikirkan hal bodoh semacam itu, salah satu teroris yang terjatuh merintih saat dia bergeser.
Apa kau masih hidup?
“Bagaimana mungkin… kami kalah dari seorang… bocah.”
“Apa kau pemimpin dari orang – orang ini?”
“Benar.”
“Kali ini kau tak beruntung. Jika aku tak disini, rencanamu mungkin akan berhasil.”
“Hmph, kau mungkin benar. Tapi, kami tak akan mati di sini. Aku akan bertahan dan kembali untuk membalas dendam padamu.”
“Ah, maaf, tanganku terpeleset.”
Aku meminta maaf pada si bos, akan tetapi, wajahnya sudah terkubur di lantai dan tak bergerak lagi. Ini buruk, aku tak sengaja menghantam wajahnya.
Maksudku, aku sudah tak tahan lagi dengan suasana yang tak menyenangkan seperti ini. Aku malas jika harus menangani suasana semacam ini, sampai pada titik dimana aku akhirnya menghantamnya. Ini salahnya sendiri karena mencoba membuat suasana semakin memburuk.
Kalau begitu dengan ini, aku telah membereskan semua teroris yang ada disini. Tapi untuk memastikannya lagi, aku mengaktifkan Space Magicuntuk memeriksa seluruh sekolah. (T/N : bayangin aja sihirnya Tatsuya di anime Mahouka Koukou no Rettousei)
Hm? Apa ini? Reaksi aneh kembali dari skill. Ada dua orang di gudang gedung olahraga. Yang pertama adalah…
APA? Apa yang Kamaishi-san lakukan di sana?
Dan reaksi kedua adalah… seorang teroris. Ternyata masih ada teroris yang tersisa!
Ini situasi yang mengerikan, Kamaishi-san dan seorang teroris di gedung olahraga, skenarionya sangatlah buruk.
Jika teroris itu berani meletakkan satu jarinya pada Kamaishi-san, aku bersumpah, dia tak akan keluar dari sini hidup – hidup.
“Aku harus cepat!”
Menggunakan Teleportation Magic3Aku berpindah ke gudang di mana Kamaishi dan teroris berada.
ーーーーーーーーーーーーーー
(Kamaishi POV)
Di mana aku? Saat aku membuka mataku hanya ada sedikit cahaya yang masuk ke ruangan itu. Setelah kuperhatiakan baik – baik, aku mulai sadar kalau itu adalah gudang gedung olahraga dan aku terbaring di atas sebuah matras. Tapi apa yang kulakukan di sini…?
Aku mulai ingat apa yang terjadi mulai awal sampai sekarang. Benar! Aku bertemu seorang teroris dan dia menangkapku!
“Yo, kau akhirnya sadar.”
Aku menoleh dan menemukan teroris yang menangkapku berdiri di sana.
“Serius, aku kesulitan membawamu ke tempat ini. Kupikir aku harus melakukannya di gudang sekolah seperti di buku-buku jepang. Tapi aku tak menyangka tempatnya akan sejauh ini.”
Aku kehilangan kata-kata setelah mendengar apa yang dikatakan teroris  dengan semangatnya.
“Tapi ya, hal seperti itu tak masalah, ‘kan? Jika kita bandingkan dengan apa yang akan kita lakukan sekarang.”
Secara perlahan – lahan aku mudur ketika teroris itu menatapku.
“Jangan takut. Aku akan segera membuatmu merasakan kenikmatan.”
Kata teroris itu sembari mengulurkan tangannya. Aku mulai menangis karena ketakutan dan kebencian yang luar biasa.
“Tidak, jangan mendekat…”
“Oh, ekspresi yang sangat bagus. Ayo tunjukan lebih banyak lagi padaku!”
Ketika aku mencoba mundur lagi, aku menyadari kalau aku berada di jalan buntu, dan di depanku hanya ada dinding. Aku menutup mataku yang terisi oleh air mata.
Tidak, aku tak menginginkan ini.
Kenapa? Kenapa aku melalui sesuatu seperti ini?
Bagaimana aku bisa berakhir seperti ini?
Apakah mungkin aku melakukan sesuatu yang buruk sebelumnya?
Tolong aku… tolong, siapapun, tolong aku!!!
Kamiya-kun!!
“Oke, berhenti disitu.”
Pada saat yang sama ketika aku berteriak meminta tolong dalam hatiku, aku mendengar suara yang  terasa familiar di telingaku.
“Si-siapa kau?!”
“Berisik, dan tidurlah.”
“Ggaa!!”
Diikuti suara familiar itu, aku mendengar suara yang membosankan sepanjang dengan suara teroris yang terjatuh sembari merintih kesakitan.
A-apa yang terjadi?
Aku mulai sedikit kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.
Aku secara perlahan membuka kedua mataku, menemukan Kamiya-kun memandangi teroris yang terbaring di lantai.
“Yoo, Kamaishi-san. Apa kau baik-baik saja?”
“K-K-Kamiya…”
Aku tergesa – gesa berdiri dan menatap Kamiya-kun sampai air mataku mulai mengalir dari mataku, ketika  aku memeluknya dengan sekuat tenaga.
“Kamiya-kun!!”
Kamiya tampaknya menjadi sedikit terkejut dengan tindakanku yang tak terduga, tetapi segera dia kembali ke postur normalnya dan berdiri diam menungguku berhenti menagis.



Note :
1. Neck Chop, maksudnya memukul bagian belakang leher. 
2. Space Magic = Skill penyimpanan tak terbatas atau mungkin sihir manipulasi ruang. 
3. Teleportation Magic = Sihir berpindah tempat secara instan.


1 komentar: