Web Suka-Suka Translate Light Novel dan Web Novel

Senin, 09 Juli 2018

My Entire Class Was Summoned to Another World Except for Me Chapter 17 - Bahasa Indonesia


Chapter 17 – Pasti Ada Sesuatu Terjadi di Sini!

Awal sore yang cerah, di belakang gedung olahraga sebuah sekolah menengah tertentu, seorang siswa muda dengan gugup berdiri di depan seorang gadis, tampaknya dia hendak mengakui perasaannya pada gadis itu.
“Kamiya-san. A-Aku m-menyukaimu! Tolong pergilah denganku!!”
“Maaf, itu mustahil.”
Karen, adik perempuan Yato, gadis yang menerima pengakuan itu, langsung menolaknya tanpa sedikit pun ada keraguan.

Tak terhitung sudah berapa kali hal seperti ini terjadi.
Sama seperti orang tuanya, Karen memiliki penampilan yang cantik. Meskipun poker-facenya terus menerus telihat biasa, namun banyak siswa laki-laki sangat terpesona oleh penampilannya.
Bahkan tak butuh banyak waktu sejak sekolah dimulai, namun lokernya sudah penuh dengan surat cinta.
“Baiklah kalau begitu.”
Karen hendak pergi setelah dia menolaknya. Namun, sepertinya tidak puas dengan hasilnya, bocah itu menghentikannya.
“T-Tunggu sebentar!! Kenapa itu mustahil?”
Dia lelah mendengar kata-kata seperti itu. Suasana hati Karen mulai berubah suram, dan untuk menghindari kerumitan di kemudian hari, ia memutuskan untuk memberikan pukulan terakhirnya.
“A-Aku sudah punya orang yang aku sukai.”
Anak laki-laki itu tidak bisa menyembunyikan keheranannya setelah mendengar apa yang dikatakan Karen.
Menyadari kalau itu memang mustahil, dia menjatuhkan pandangannya ke tanah.
Itulah yang harus dilakukan untuk sekarang.
Setelah memastikan ekspresi muram bocah laki-laki itu di wajahnya, Karen memutuskan untuk pergi lagi.
“Aku punya seseorang yang aku sukai.”
Itulah kalimat terakhir yang digunakan Karen untuk mengatasi situasi semacam itu.
Jika dia jujur ​​dan mengatakan sesuatu seperti ‘Aku tak menyukaimu’, mungkin akan ada beberapa siswa laki-laki yang membenci dirinya. Itu sebabnya dia menggunakan metode yang lebih lembut ini.
Mungkin ada beberapa orang yang bergantung pada sedikit harapan, tetapi itu lebih baik daripada berakhir dengan seseorang yang mudah tersinggung.
Selain itu, sekuat apapun ungkapan seperti itu, itu bukanlah suatu kebohongan. Karen memang memiliki seseorang yang sebenarnya dia sukai.
“Eh, Kamiya-san mendapat pengakuan cinta lagi.”
“Itu pasti menyenangkan. Menjadi gadis manis yang sangat populer.”
“Siapa yang kau tolak hari ini? Tolong kenalkan aku kepadanya?”
Dalam perjalanan kembali ke kelas, tiga gadis muncul di hadapan Karen. Memberikan kesan kalau mereka telah bersembunyi dan sedang menunggunya. Karen tidak bisa membela hanya mengeluarkan desahan diam.
Betapa menggelikannya, aku tahu kau sudah menonton dari awal.
“Apakah itu penting?”
“Ayolah, beri tahu aku.”
“Ya benar, kau tidak punya alasan untuk menyembunyikannya.”
“Semua orang akhirnya akan segera mendengarnya.”
Itu karena kalian para gadis akan berkeliling memberitahu mereka!
Karen hendak mengucapkan kata-kata itu tetapi dia berhasil mengendalikan mulutnya. Mereka mungkin akan membalasnya dengan sesuatu yang bahkan lebih merepotkan jika dia mengatakannya.
“…Baiklah kalau begitu.”
Menilai itu akan merepotkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka, Karen mencoba pergi. Namun ketiga gadis itu tidak akan mengizinkannya.
“Apa? Apa kau mau melarikan diri?”
“Mari bicara sedikit lebih lama lagi.”
“Jangan terlalu menyombongkan dirimu hanya karena kau manis.”
Aku bertanya-tanya ke mana sikap menyanjung itu menghilang?
Karen menjadi sedikit kesal dengan ketiga gadis yang menghadangnya.
Sambil memancarkan getaran yang mengintimidasi, dia berkata sembari menatap tajam mereka, meminta mereka untuk pindah. Gadis-gadis itu tersendat kaget karena suaranya yang rendah ditambah dengan tatapannya yang tajam.
Memanfaatkan kesempatan itu, Karen berjalan melewati mereka dan pergi. Gadis-gadis itu mulai cemberut padanya dari belakang, tetapi seolah-olah dia tidak menyadarinya, Karen menuju ke ruang kelas dengan ekspresi dingin.
Sungguh, orang-orang yang menyebalkan.
ーーーーーーーーーーーーーーー
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Yato berdiri diam dan menatap benda di depannya. Benda itu memiliki penampilan seperti jeli biru yang melompat-lompat di atas tanah.
Ini benda itu, kan? Monster yang muncul di game dan semacamnya, kan? Eh, serius, benarkah?
Tidak, tunggu sebentar. Mari pikirkan ini perlahan-lahan. Tidak mungkin hal seperti ini akan muncul di dunia ini. Ini pasti jeli yang jatuh di jalan. Ya, pasti itu... tentunya. Tapi, benda ini sudah melompat-lompat sejak tadi. Mungkinkah ini nyata? Apa ini nyata?
Yato tampak bingung dengan slime yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Cahaya misterius tiba-tiba muncul di hadapannya ketika dia sedang dalam perjalanan pulang.
Pada saat cahaya itu memudar, slime itu muncul di tempatnya.
ーーーーーーーーーーーーーーーーー
Bermasalah dengan apa yang harus dilakukan, aku memutuskan untuk menilai slime itu.
—– START OF STATS —–
«General Information»
Nama  : Slime
Ras       : Normal Slime
«Points»
Health Points : 20/20
Magic Points  : 10/10
«Skills»
None
—– END OF STATS —–
Ini benar-benar slime! Aku rasa itu sudah bisa diharapkan. Aku akan lebih terkejut jika itu adalah sesuatu yang lain. Berbagai macam pertanyaan mulai muncul di benakku.
Apa yang dilakukan slime itu di sini? Bagaimana slime itu bisa menemukan cara ke sini?
Aku menghabiskan waktu sejenak merenungkan sebuah jawaban untuk memuaskan pertanyaanku, tetapi pada akhirnya aku tidak menemukan satupun petunjuk.
Yah, aku tidak bisa memahami semuanya hanya dari seekor slime.
Ketika aku berpikir tentang itu, lendir itu melompat mendekatiku.
...Ini lumayan lucu.
Aku menemukan slime kecil yang melompat ke arahku lumayan lucu.
Pyon!!
“Gufu!!”
Tiba-tiba, slime itu melompat ke arahku sekuat tenaganya dan menyerangku menggunakan tubuhnya. Karena terkejut, aku membiarkan Normal Slime itu memberikan pukulannya padaku, tetapi karena perbedaan level yang jauh, selain sedikit terdorong, aku tidak menerima kerusakan apa pun.
Aku lupa kalau benda imut ini masihlah seekor monster. Aku menendangnya ketika slime itu akan mengulang serangan menggunakan pukulan tubuh yang sama.
Hasilnya, slime itu kehilangan semua kekuatannya, berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku pulang ke rumah tanpa tahu petunjuk tentang apa yang baru saja terjadi.
“GIIIGIII!!”
Aku mendengar suara monster  di dekatku.
Hei, hei, jangan bilang...
Setelah mendapatkan firasat buruk itu, aku pergi memeriksa suara itu dan menemukan monster seukuran anak kecil dengan kulit berwarna hijau.
Uwa! Itu pasti goblin!
Melihat seekor goblin yang tiba-tiba muncul, aku mengaktifkan skillPresence Detectiondan mulai memeriksa daerah sekitar. Aku mendeteksi banyak monster bermunculan di berbagai macam tempat.
Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Kehilangan arah terang mengingat situasi saat ini, aku memutuskan untuk menjatuhkankan goblin di dihadapanku ini terlebih dahulu.
Pasti ada sesuatu yang terjadi di sini!



1 komentar: